Pentingkah Pemeriksaan Kesehatan Sebelum Menikah ?

Pentingkah Pemeriksaan Kesehatan Sebelum Menikah?  Ini Penjelasan Prof dr Noerpramana

 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – ‎Ginekolog (ahli ilmu kedokteran yang khusus mempelajari penyakit-penyakit sistem reproduksi wanita) Prof dr Noerpramana mengimbau kepada masyarakat luas untuk melakukan pemeriksaan kesehatan menjelang pernikahan atau pranikah. Menurut Noerpramana, pemeriksaan kesehatan itu harus didasari kesepakatan bersama.

“Kesepakatan tersebut menjadi syarat pertama. Kedua belah pihak pasangan harus sepakat dulu. Apapun hasilnya nanti tidak akan mengubah rencana pernikahan,” katanya disela acara parenting class bertajuk “Persiapan Kesehatan Pranikah, Penanganan Pasutri Yang Sulit Mendapatkan Keturunan” yang digelar RSIA Kusuma Pradja Semarang, Sabtu lalu (12/11/2016).

 

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan pranikah sebenarnya suatu persiapan yang bertujuan membangun keluarga sejahtera dengan mengetahui kondisi kesehatan reproduksi masing-masing pasangan.

Dari pemeriksaan kesehatan itu bisa diketahui riwayat kesehatan kedua pihak, termasuk soal genetik, penyakit kronis, dan infeksi yang dapat mempengaruhi kondisi kesehatan keturunan.

Pembina Yayasan Warendra Kusumapradja yang menaungi RSIA Kusuma Pradja Semarang itu mengungkapkan,  adanya pemeriksaan tersebut nantinya bisa diketahui kemungkinan adanya penyakit yang mempengaruhi kesehatan reproduksi.

 

“Ada beberapa penyakit yang berpengaruh terhadap kesuburan, seperti HIV/AIDS, gonore atau klamidia, sifilis, kencing manis, hepatitis, hingga tuberkulosis (TBC), dan masih banyak lagi,” bebernya.

Dengan pemeriksaan kesehatan pranikah, lanjut dia, bisa segera dilakukan penanganan seandainya ditemukan penyakit-penyakit tersebut untuk secepatnya diobati sebelum dilangsungkan pernikahan.

Pihaknya juga menambahkan sebenarnya penyakit-penyakit yang memengaruhi reproduksi bisa diobati sehingga pasangan yang mendapati penyakit yang dideritanya dari hasil pemeriksaan tidak perlu khawatir.

“Misalnya, HIV/AIDS sekalipun. Ada metode yang bisa dilakukan untuk mencegah anak yang dilahirkan tertular virus itu. Kalau sudah diketahui penyakitnya kan bisa dilakukan penanganan,” ujarnya.

Noerpramana mengakui pemeriksaan kesehatan pranikah memang belum begitu terbiasa di masyarakat, terutama di Indonesia. Namun sekarang ini sudah banyak pasangan yang melakukannya.  Menurut Noerpramana, kekhawatirannya adalah ketidaksiapan pasangan dalam menerima hasil pemeriksaan kesehatan itu, misalnya ditemukan penyakit sehingga menyebabkan pasangan itu tidak jadi menikah.

“Makanya, sebelum pemeriksaan, kedua pihak harus sepakat dulu. Kalau tidak ada kesepakatan, lebih baik tidak dilakukan pemeriksaan pranikah,”tukasnya.(*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *