Saat Hamil, Reaksi Perempuan Lebih Lambat

Ladies, saat Anda sedang hamil, perlu diperhatikan bahwa respon atau reaksi terhadap lingkungan sekitar menjadi lebih lambat. Menurut pakar Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kusuma Pradja Semarang dr Sugono menerangkan reaksi refleks perempuan selama kehamilan cenderung lebih lambat.

Beberapa perawatan kulit sebaiknya rutin dilakukan agar tetap cantik selama hamil (Foto: Thecandidadiet)

Beberapa perawatan kulit sebaiknya rutin dilakukan agar tetap cantik selama hamil (Foto: Thecandidadiet)

“Memang ini alami karena kondisi hamil membutuhkan metabolisme yang lebih tinggi, oksigen yang dibutuhkan juga lebih banyak. Apalagi pada kondisi ibu yang hamil tua,” katanya di Semarang, Sabtu (16/4/2016), sebagaimana dilansir Gulalives.com dari Antara.

Hal itu diungkapkannya di sela kegiatan “parenting class” dengan topik “Rumor Tentang Kehamilan” yang diprakarsai RSIA Kusuma Pradja Semarang di Jalan Bugangan Raya Nomor 3-5 Semarang.

Bumil Harus Konsumsi Makanan Sehat ini Agar Bayi Cerdas

Ilustrasi Ibu Hamil. (Foto: Newskidscenter

Ibu hamil, kata dia, cenderung kurang maksimal sistem pernafasannya karena rahim yang membesar akan mendesak otot-otot diafragma sehingga kemampuannya dalam menghirup oksigen menjadi berkurang. “Dengan kondisi seperti ini, kata dia, oksigen yang sampai ke otak menjadi berkurang. Akibatnya, reaksi refleks ibu hamil, misalnya gerakan refleks menghindar memang cenderung lambat,” katanya.

Mengenai lambatnya reaksi refleks ibu hamil, Sugono menyarankan ibu hamil yang masih beraktivitas, seperti bekerja atau bepergian mengendarai sepeda motor atau mobil untuk lebih berhati-hati.

Tidur Miring

Tidur Miring

Sebisa mungkin, lanjut dia, hindari jalan-jalan yang ramai dan kemacetan, di samping dianjurkan pula untuk mengendarai kendaraan bermotor dalam kecepatan yang wajar, pelan-pelan, dan tidak ngebut. “Ya, karena refleksnya cenderung lambat. Jadi jika sewaktu-waktu ada kondisi yang mengharuskan kendaraan untuk berhenti mendadak atau menghindar, tidak bisa dilakukan,” katanya.

Sugono mengakui banyak yang mempertanyakan rumor mengenai ibu hamil tidak boleh mengendarai sepeda motor dan mobil, namun rumor yang berkembang di masyarakat itu tak sepenuhnya benar. “Untuk naik sepeda motor, memang sebisa mungkin dihindari. Namun, kondisi sekarang kan tidak sepenuhnya bisa. Banyak perempuan yang kesehariannya bekerja menggunakan sepeda motor,” katanya.

Ibu hamil

Ibu hamil

Meski demikian, ia menyarankan ibu hamil yang kesehariannya bekerja mengendarai sepeda motor untuk memeriksakan usia kehamilannya, dan jika usia kehamilan sudah di atas 16 minggu diperbolehkan. “Namun, ya, memang harus lebih berhati-hati karena refleksnya cenderung lambat. Apalagi, ibu hamil juga mudah capek. Makanya, disarankan untuk menyempatkan beristirahat di sela perjalanan,” tandasnya.

Boleh olahraga

Bumil berolahraga

Bumil berolahraga

Selain refleks lambat, Sugono juga mengatakan ibu hamil tetap diperbolehkan untuk beraktivitas olah raga. “Selama ini, banyak rumor di masyarakat seputar kehamilan, seperti ibu hamil tidak boleh berolah raga, tidak boleh berhubungan suami istri, dan sebagainya,” ungkapnya.

Sugono menjelaskan rumor adalah hal-hal yang sering dibicarakan di masyarakat, termasuk mengenai kehamilan yang bisa saja benar atau salah, berbeda dengan mitos yang sudah jelas keliru. “Begini, ibu hamil tetap bisa berolah raga. Namun, disarankan untuk memeriksakan dulu usia kehamilannya, yakni minimal di atas 16 minggu dan tidak memiliki faktor risiko atas kehamilannya,” katanya.

Senam bumil_www.youtube.com

Senam bumil_www.youtube.com

Olah raga yang disarankan bagi ibu hamil, kata dia, mulai dari yang bersifat ringan, seperti jalan kaki, atau bisa juga berenang jika usia kehamilan sang ibu sudah lebih atau di atas 20 minggu. “Kalau sudah lebih dari 20 minggu, boleh saja berenang. Ibu hamil juga disarankan mengikuti senam hamil, namun jika usia kehamilannya sudah mendekati saat persalinan,” katanya.

Ia mengatakan senam hamil bermanfaat untuk mempertahankan kesehatan ibu hamil agar tetap “fit” dengan gerakan-gerakan yang disesuaikan kondisi ibu hamil, mulai posisi duduk hingga berbaring. Selain itu, kata dia, hubungan seksual yang dilakukan selama masa kehamilan juga diperbolehkan asalkan usia kehamilan sudah lebih 16 minggu, tidak ada riwayat komplikasi, dan dilakukan secara hati-hati.

Senam bumil_s3-us-west-1.amazonaws.com

Senam bumil_s3-us-west-1.amazonaws.com

“Hubungan seksual tetap bisa dilakukan sampai usia kehamilan 32 minggu. Saat itu, kondisi rahim sangat peka sehingga mudah terjadi kontraksi yang bisa menyebabkan bayi lahir prematur,” katanya.

Kepala sel sperma, lanjut dia, juga mengandung hormon prostaglandin yang bisa merangsang kontraksi, selain kondisi orgasme yang dialami ibu hamil yang juga bisa memicu terjadinya kontraksi. “Namun, setelah usia kehamilan 35 minggu, hubungan seksual bisa kembali dilakukan pasangan suami istri. Tentunya, dengan posisi-posisi yang memperhatikan kenyamanan dengan kondisi ibu hamil,” pungkasnya. (DP)